Sejarah Desa Tunjungrejo

Sejarah desa Tunjungrejo bermula dari penggabungan ketiga desa, yaitu desa Tunjungan, desa Sewak, dan desa Cebolek Lor. Desa Tunjungan pada masa itu dikepalai oleh bapak Joyo Rasyid, sedangkan desa Sewak dikepalai oleh bapak Sungodarman, dan setelah meninggal dikepalai oleh pak Pandri, dan desa Cebolek Lor dikepalai oleh Karono. Berhubung desa Sewak dan desa Cebolek Lor memiliki luas wilayah yang sempit, maka akhirnya kedua desa tersebut digabung menjadi satu dan dinamai desa Sidorejo. Orang yang menggabungkannya yaitu Karono.

Karono lalu meninggal dan digantikan oleh Tohkasi. Pada waktu itu, semasa penjajahan Belanda, antara desa Sidorejo dan Tunjungan terjadi kekosongan pemerintahan karena kepala desa Tunjungan meninggal dan hanya ada sekretarisnya, sedangkan desa Sidorejo kepala desanya masih hidup tetapi sekretaris desanya meninggal. Lalu, karena terjadi kekosongan pemerintahan tersebut maka desa Tunjungan dan desa Sidorejo digabung menjadi satu sehingga menjadi desa Tunjungrejo. Tunjung diambil dari nama desa Tunjungan dan Rejo diambil dari nama desa Sidorejo. Pada waktu itu Tohkasi menjadi kepala desa Sidorejo sekaligus Tunjungrejo yang pertama.